Dia pakai rok pendek
Gelisah selalu
upaya menutupi pahanya yang putih mulus
tarik ke rok ke bawah...
bagian perutnya yang putih mulus malah jadi kelihatan
Ia tambah gelisah
aku malu menatap semua itu
aku melengos dan ikut menjadi gelisah...
Ia lebih gelisah lagi...
ah rugi kalau melengos
jadi kuputuskan untuk menikmati sajian ia seutuhnya
kapan lagi kesempatan itu datang
dia mempertontonkan
dan aku menonton
aku memberikan apa yang ia maui
ia pasti senang kalau aku menghargai apa yang telah dia persiapkan
kuamati ia seakan melihat gadis-gadis dalam gelas kaca
dari ujung rambut di kepala sampai ujung kaki
rambut ia hitam mengkilat terurai sebahu dan bergelung dengan indah pada bagian ujungnya
wajah bagai bulat telur yang sempurna
pipi merona merah berkawan dengan matanya yang lentik
senyum merekah indah dari bibirnya yang merah....
kulit yang putih mulus tanpa noda bercak seakan lukisan sempurna
ia sangat cantik
dan ia pandai sekali berdandan
ia menjadi sangat gelisah
ia berusaha memunggungiku
tapi punggungnya juga cantik
tak sanggup aku mengelak dari ia
tiba tiba ia berbalik....
dengan muka setengah setan.....
mengeluarkan kata kata makian ke arahku
semua hewan dia sebut
semua kata makian ia muntahkan...
aku diam bagai sopir angkot yang diklakson...
apa peduli ku?
memangnya situ rugi apa kalau aku liatin?
memangnya situ rugi apa kalau aku menjelalati tubuh sampeyan?
salah sendiri kenapa cantik.
salah sendiri kenapa mulus
salah sendiri kenapa pakai rok mini
salah sendiri kenapa sexy
you yang sengaja undang mata I
I hanya menghargai apa yang you tawarkan dengan gratis.....
Lho kok marah..?
Kan you sendiri yang jual murah..
You cantik, tapi bungkus you murahan...
You itu ibarat jajanan kampung yang bungkusnya tidak bermerek
atau bahkan tanpa bungkus...
Lalat mana yang tidak akan datang untuk menikmati sajian gratis...
You sendiri yang mengundang mata kami
Kenapa marah diliatin
You kan enggak rugi apa-apa
You marah karena merasa dilecehkan?
Itu kan cuma perasaan you doang....!
Harusnya you senang hasil karya you dihargai...
Bayangkan berapa lama waktu yang you habiskan di salon salon mahal
untuk membuat tubuh you putih mulus tanpa noda
untuk membuat rambut you hitam dengan gelungan indah
untuk membuat bibir you merah merekah
untuk membuat kuku-kuku you seperti kilau kerang-kerang laut
untuk membuat body you sexy..
I cuma mau menghargai itu semua
dan I ingin menikmati detil-detil keindahan itu
yang you sajikan dengan gratis...
sekali lagi... I tidak melecehkan you...!
Kalau kulit mulus you dan kecantikan you ditutupi kain
I pasti tak akan tahu rambut you indah
I pasti tak akan tahu leher you jenjang
I pasti tak akan tahu bagian lengkung yang membusung membentuk kurva yang sangat indah
I pasti tidak akan tahu di pusar you ada permata mutiara
I pasti tidak akan tahu mulusnya paha you
I pasti tidak akan tahu betis indah you
Mana mungkin mata I beralih dari you untuk melihat semua itu.... dengan gratis...!
Kok you risi diliatin orang...
Yang risi yang liatin tau...!
Ah you merasa dilecehkan....
Yang melecehkan itu you tau...!
You sudah siksa mata I dan pikiran I
Semenjak you duduk di sebelah I entah sudah berapa dosa yang I buat karena melihat you...!
Pikiran I menjadi kotor....!
Martabat I di hadapan Tuhan menjadi turun gara-gara you...!
You cuma sendiri....
Namun you sudah buat banyak orang lain menjadi berdosa....!
You yang melecehkan...!
You yang setan...!
Apa Emak, Bapak, Adik dan kakak you tidak peduli?
Anaknya menjual diri dengan murah...
Kakak adiknyanya mengumbar syahwat ke para lelaki dengan murah..?
You bilang emansipasi...
You bilang kebebasan...
Apaann..!
Kartini itu budaya dan estetikanya sangat tinggi
You ...! murahan banget...!
You bebas mau pakai pakaian apa saja.....
I juga bebas ngeliatin you.....
Apa lu...?










