Sore yang crowded seperti biasa...
Bis-bis yang selalu penuh sesak
Feeder busway ber AC yang tarifnya mahal pun tidak luput dari kesesakan itu
Semua bau bercampur jadi satu meskipun masih menyisakan wangi tadi pagi
Banyak perempuan berdiri bersandar di kursi karena bis tak ada pegangan tangan...
Para lelaki duduk dengan acuh
Seakan mereka makhluk yang tidak perlu dikasihani
Enggan turun dari singgasananya
Ada juga yang tertidur, pura-pura tidur atau pura-pura sibuk dengan hapenya masing masing...
Lelaki tak tahu diri...
dan perempuan tak tahu diri karena berharap dikasihani...
katanya emansipasi
katanya persamaan derajat
makan tu emansipasi...
makan tu derajat...
opportunist ...!
mau enaknya sendiri
kalian seharusnya dirumah mengasuh calon-calon pemimpin bangsa
bukan berkeliaran di jalanan
kalian telah merebut hak kaum lelaki untuk bekerja
padahal hasil kerja kalian hanya untuk diri sendiri atau untuk menambah penghasilan suami
kami kaum lelaki harus menghidupi kalian, dan anak-anak dan orang lain.
kalian telah menukar kasih sayang anak dengan uang
kalian biarkan para calon pemimpin masa depan tanpa didikan dan kasih sayang
go to hell emansipasi
go to hell persamaan derajat
dengan memperjuangkan persamaan derajat kalian malah merendahkan diri sendiri
bayangkan jika ibu kalian sibuk bekerja sehingga mengabaikan kalian
bayangkan jika kalian dibesarkan tampa bimbingan...
entah jadi apa kalian saat ini...
mungkin sudah jadi sampah berbalut gaun versace
Mengenang ibu
Adalah orang yang membangunkan kita dengan lembut setiap pagi untuk berangkat ke sekolah
Adalah orang yang menyiapkan sarapan kita
Adalah orang yang menyiapkan pakaian dan keperluan sekolah kita
Adalah orang tempat mencurahkan perasaan
Adalah orang tempat kita bercerita seusai pulang sekolah....
Tapi ibu yang ini
Adalah orang yang berangkat sebelum aku bangun dan pulang setelah aku tidur
Adalah orang yang membiarkanku sarapan dengan pembantu
Adalah orang yang tidak tahu hari ini aku pakai baju apa ke sekolah
Adalah orang yang tidak mau tahu perasaanku
Adalah orang yang tidak pernah mendengarkan ceritaku
Ia terlalu sibuk dengan email
Ia terlalu asyik dengan BBM
Setan......!!!
Ibu macam apa...! Masihkah pantas dipanggil Ibu.
Ia memang rajin membelikanku mainan
Ia memang rajin membelikanku baju
Ia memang rajib memberiku jajan yang banyak
Tapi aku bisa mendapatkan semua itu dari Bapak...
Aku tidak butuh Ibu yang seperti itu...!
Wednesday, 8 August 2012
Bis Kota dan Emansipasi Wanita
17:59
No comments






0 comments:
Post a Comment